Home / Berita Umum / Pemerintah Menuntaskan UU Dalam Perkawinan

Pemerintah Menuntaskan UU Dalam Perkawinan

Pemerintah Menuntaskan UU Dalam Perkawinan – Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Wanita serta Perlindungan Anak (PPPA) , Lenny N Rosalin mengemukakan pemerintah bakal menganjurkan umur perkawinan sekurang-kurangnya 19 tahun, baik buat pria ataupun wanita. Hal semacam itu dituangkan buat melakukan revisi UU Nomer 1 Tahun 1974 terkait Perkawinan.

” Pemerintah udah menuntaskan naskah akademik, naskah perancangan undang-undangnya serta melaksanakan harmonisasi, ” ujarnya sama seperti ditulis Di antara, Jumat (12/7/2019) .

Lenny mengemukakan Menteri PPPA Yohana Susana Yembise udah kirim surat terhadap Presiden Joko Widodo buat memohon biar menerbitkan surat presiden sampai koreksi Undang-Undang Perkawinan dapat lekas dikupas berbarengan DPR. Menurutnya, koreksi Undang-Undang Perkawinan mesti berusaha penambahan umur sekurang-kurangnya perkawinan sampai tak berlangsung perkawinan anak.

” Perkawinan anak sebagai pelanggaran hak anak. Umur perkawinan yg rendah bakal beresiko pada pemenuhan hak-hak anak, ” ujarnya.

Ulasan terkait koreksi UU Perkawinan oleh pemerintah cuma focus pada Clausal 7 Ayat (1) yg menuturkan perkawinan cuma diijinkan apabila pria udah berusia 19 tahun serta wanita udah berusia 16 tahun.

” Azas koreksi Undang-Undang Perkawinan yaitu kesetaraan. Tak bisa ada diskriminasi. Padanan substantif serta nondiskriminasi. jadi tak dibedakan di antara laki laki serta wanita, ” ujarnya.

Umur 19 tahun selanjutnya di ambil, ujarnya, lantaran udah melampaui umur anak yg menurut Undang-Undang Nomer 23 Tahun 2002 terkait Perlindungan Anak diputuskan sampai 18 tahun.

Prinsip yg diutamakan yaitu keperluan terhebat untuk anak Indonesia, dimulai dari peraturan, program, serta aktivitas, demikian Lenny N Rosalin.

About penulis77