Home / Berita Umum / Motor Hasil Curian Dijual 3 Aktor Via Media Sosial

Motor Hasil Curian Dijual 3 Aktor Via Media Sosial

Motor Hasil Curian Dijual 3 Aktor Via Media Sosial – Polres Magelang sukses membuka ke-tiga pemeran pencurian sepeda motor serta sepeda onthel. Pemeran ini jual barang hasil curiannya memakai social media dengan cara Kontan On Delivery (COD) yg lebih ringan serta aman.

Mengenai ke-tiga pemeran yg diamankan ialah Robby Anggi Saputro (23) , penduduk Wringin Putih, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang serta Robiyono (24) , penduduk Ringinanom, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Setelah itu, satu pemeran yg masih dibawah usia, EA (17) , penduduk Kedungsari, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang. Sejak mulai awal tahun ke-tiga pemeran udah melaksanakan pencurian sekurang-kurangnya 10 kali baik sepeda motor serta sepeda onthel.

Pencurian dilaksanakan di sebagian tempat seperti wilayah Tempuran, Salaman, Kajoran, Borobudur, Mertoyudan, Sawangan (Kabupaten Magelang) serta di wilayah Kalibawang, Kulon Progo. Setelah itu, sepeda motor ataupun sepeda onthel hasil pencurian dipasarkan lewat media sosial di kelompok facebook jual beli sepeda motor.

Kapolres Magelang AKBP Yudianto Adhi Nugroho mengemukakan polisi membuka perkara pencurian sepeda motor ini seusai ada laporan pencurian sepeda motor di wilayah Tempuran.

” Hasil dari penangkapan pada salah satunya terduga, kami menemukannya mereka berulangkali melaksanakan pencurian baik curanmor serta curat sepeda onthel. Ini ada 10 TKP di semuanya Kabupaten Magelang, terutama di wilayah Salaman, Borobudur, telah tersedia semua LP-nya, ” kata Yudi dalam temu pres di Mapolres Magelang, Jumat (12/7/2019) .

” Serta buat modus penjualan dari barang untuk bukti ini, mereka jual tawarkan di media sosial di facebook. Setelah itu langsung diantarkan sistemnya COD atau Kontan On Delivery, ” kata Yudi.

Aksi ke-tiga pemeran, ujarnya, dijaring Clausal 363 KUHP dengan ultimatum hukuman di atas 5 tahun penjara. Dan dari ke-tiga pemeran ini, satu orang salah satunya masih di bawah usia.

” Pemeran ada yg masih di bawah usia 17 tahun, lainnya udah dewasa. Buat yg di bawah usia ini bertindak jadi pelaku eksekusi yang naiki hasil curian sepeda motor serta onthel, ” paparnya.

Dan pemeran Robby serta Robiyono, kata Yudi, bertindak memperhatikan kala bakal melaksanakan pencurian serta memerintahnya. Mengenai buat yg masih beberapa anak kedepannya pemberkasan dilaksanakan dengan cara terpisah.

Disamping itu, terduga Robiyono mengaku, jual sepeda motor ataupun onthel curiannya dengan COD. Mulainya seusai mendapat sepeda motor curian, setelah itu masuk dengan kelompok jual beli sepeda motor di account facebook. Lebih kala ada orang yg menuliskannya status diperlukan sepeda motor, dia terus nimbrung ikut-ikutan komentar tawarkan sepeda motor ataupun sepeda onthel dengan diikuti poto.

” Saya turut komentar, terus nitip bila jual sembari saya ikutkan poto. Setelah itu, kami mohon nomer handphone serta janjian berjumpa buat pembayarannya. Saya argumen bila STNK hilang, ” kata Robi sembari mengatakan konsumen datang dari Boyolali.

” Mode COD ini lebih ringan, aman serta bersua langsung dengan konsumen, ” pungkasnya yg sempat mendekam saat 10 bulan di penjara lantaran melarikan gadis.

Robi menuturkan, rata-rata sepeda motor yg dicuri model metic, demikian sepeda onthel dipasarkan dengan cara COD. Mengenai uang hasil penjualan itu dimanfaatkan buat bersenang-senang.

” Kami kebanyakan menyewa mobil terus berjalan-jalan. Dahulu sempat berjalan-jalan ke Pantai Glagah Indah, ” paparnya.

About penulis77