Home / Teknologi / Seorang Ibu Laporkan Penyadapan Hp Online Yang Menyediakan Jasa Hutang Uang

Seorang Ibu Laporkan Penyadapan Hp Online Yang Menyediakan Jasa Hutang Uang

Seorang Ibu Laporkan Penyadapan Hp Online Yang Menyediakan Jasa Hutang Uang – Seseorang ibu yang minta namanya diinisialkan YA mengakui ponselnya disadap sesudah ajukan aplikasi utang uang dengan online. Ia terasa terancam sebab debitur menagih utangnya ke kerabat atau orang yang dikenalnya.

Kuasa hukum YA, Nasrul Dongoran bercerita urutan peristiwa utang online yang lalu melilit client-nya itu. Awalannya YA ajukan 1x aplikasi utang sejumlah Rp 1 juta pada Desember 2018.

“(Minjam) Rp 1 juta serta itu 1 aplikasi. Dari pengaduaan masuk ke kita pertama minjam Rp 1 juta serta tidak dapat bayar lalu minjam ke aplikasi lainnya serta minjamnya beragam. Jadi gali lobang tutup lobang,” kata Nasrul pada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (15/2/2019).

Ketetapannya waktu itu YA diwajibkan melunasi inti utang bersama bunganya dalam tempo 1 minggu. Akan tetapi YA tidak dapat melunasi utang itu, sampai pada akhirnya kembali ajukan utang melalui aplikasi utang online yang lain.

“Ya dalam tempo 7 hari dengan pendapatan pas-pasan kan tidak tertutup pada akhirnya ada penawaran untuk meminjam di aplikasi lainnya itu mengapa sampai pada akhirnya sampai minjem ke 25 aplikasi,” sambungnya.

Sesudah 25 kali ajukan utang dengan online, utang YA semakin menumpuk serta ia juga tidak dapat membayar utang-utangnya. Debitur juga lalu menagihnya.

Yang dipermasalahkan oleh YA, debitur menagih dengan cara-cara-yang menurut dia ‘meneror’-karena diperuntukkan ke beberapa orang di sekelilingnya. Kuasa hukum menuding debitur sudah menyadap hp sebab penagih menagih utangnya lewat cara mengontak kontak-kontak yang berada di hp YA.

“Hingga kita laporkan tentang terhubung skema elektronik orang yang lain tiada hak. Mengapa kita katakan tiada hak, sebab orang yang disangka terhubung handphone kita itu dapat terhubung dari jarak jauh walau sebenarnya saat lakukan utang online itu hanya mensubmit supaya bisa masuk tapi tidak lalu terhubung data serta mengirim photo atau gambar pada orang yang lain saat nasabah ini telat dalam pembayaran,” kata Nasrul.

Nasrul memberikan contoh, penagih yang tidak diduga menagih utang ke nomer hp anaknya. Walau sebenarnya, saat ajukan aplikasi, YA tidak memberikan nomer hp anaknya.

“(Bantuk intimidasi) pelapor ini anaknya ditelepon waktu kembali sekolah itu termasuk juga bentuk intimidasi walau sebenarnya anaknya tidak jadikan di kontak darurat (waktu ajukan aplikasi),” sambungnya.

Terlapor dalam perihal ini dimaksud Nasrul masih juga dalam penyidikan. Pihaknya memberikan laporan terlapor dengan Masalah 30 Ayat 1 serta 2 No 19 Tahun 2016 UU ITE.

“Yang dilaporkan itu tujuannya ada orang tidak berhasil bayar nah janganlah diteleponin kontak-kontak yang berada di handphone korban itu. Janganlah kerjakan beberapa cara intimidasi,” kata Nasrul.

Laporan itu tertera pada Laporan Polisi Nomer: LP/997/II/2019/Dit.Reskrimsus, Tanggal 15 Februari 2019. Masalah yang dituduhkan berkaitan terhubung skema elektronik orang yang lain tiada hak tertera pada masalah 30 (1) serta (2) UU Nomer 19 Tahun 2016 Mengenai ITE.

About admin