Home / Berita Umum / Prabowo Subianto Kembali Keluarkan Pengakuan Yang Polemis

Prabowo Subianto Kembali Keluarkan Pengakuan Yang Polemis

Prabowo Subianto Kembali Keluarkan Pengakuan Yang Polemis – Capres nomer urut 02 Prabowo Subianto kembali keluarkan pengakuan yang polemis. Kesempatan ini melalui pengakuan jika Indonesia akan punah bila dia tidak menang di Pemilihan presiden 2019.

Prabowo memandang telah kelamaan beberapa elite salah dalam berkuasa. Karena kesalahan itu, menurut dia, ketimpangan sosial di Indonesia makin tinggi.

Tidak cuma itu, Ketua Umum Gerindra ini menjelaskan skema sekarang ini harus juga dirubah supaya Indonesia tidak punah. Dia lihat skema sekarang ini membuat Indonesia makin miskin serta tidak berkapasitas.

Tim Joko Widodo tidak setuju jika Indonesia akan punah bila Prabowo kalah di Pemilihan presiden 2019. Mereka malah cemas Prabowo akan membuat Indonesia akan kembali pada waktu lantas bila jadi presiden.

PDIP sebagai partai pengusung Jokowi di Pemilihan presiden 2019 juga minta Prabowo tidak mengobral intimidasi untuk mendulang suport. PDIP memandang pernyatan Prabowo tidak mendidik serta sama dengan style politik Soeharto.

Pengamat komunikasi politik Lely Arrianie memandang pengakuan Indonesia akan punah cuma sisi dari taktik Prabowo mendapatkan simpati penduduk. Dengan cerita kekhawatiran itu, menurut dia, Prabowo mengharap dapat dipandang seperti pahlawan oleh penduduk.

“Prabowo Subianto ingin disaksikan menjadi pahlawan dengan bangun cerita kekhawatiran yang arah pada akhirnya dia ingin disaksikan menjadi hero,

Lely menjelaskan diksi pesimisme yang dibuat oleh Prabowo akan kontra produktif buat kepopulerannya. Karena, kenyataan sekarang ini menyebutkan kapasitas Jokowi sebagai calon petahana masih tetap mendapatkan animo yang tinggi dari penduduk.

Selanjutnya, Lely memandang penyataan Prabowo jika Indonesia akan punah ikut bertentangan dengan tiga tanda komunikasi di kampanye, yaitu keinginan, pergantian, serta kesatuan.

Berkaitan keinginan, dia berkata diksi Prabowo masalah Indonesia punah atau Indonesia bubar pada 2030 tidak pas dengan keinginan kelompok milienial sekarang ini. Dia berkata diski itu membuat kelompok milenial yang tengah bangun keinginan jadi pesimistis.

“Coba pikirkan bila yang dibuat pesimisme. Akankah dia (milenial) miliki keinginan,” katanya.

Sesaat dalam soal pergantian, Lely menyebutkan diksi Indonesia punah akan tidak merubah motivasi seorang. Diksi itu, katanya, malah melangkahi Tuhan.

“Sesaat kesatuan, diksi itu kembali membelah publik. Bukan menjadikan satu sikap optimistis serta pesimis jadi motif sosial, contohnya terpenting mengenai need for power, need afiliation, serta need for achievement,” tutur Lely.

Pengamat politik Kampus Gadjah Mada Dodi Ambardhi memandang cerita Indonesia bubar akan tidak tingkatkan kepopuleran Prabowo. Dia malah berkata cerita itu cuma menguatkan kesetiaan simpatisan Prabowo sekarang ini.

About admin