Home / Berita Umum / Polda Jabar Amankan 9.575 Bayi Lobster dari Tangan Dua Penyelundup

Polda Jabar Amankan 9.575 Bayi Lobster dari Tangan Dua Penyelundup

Polda Jabar Amankan 9.575 Bayi Lobster dari Tangan Dua Penyelundup – Ditpolairud Polda Jawa barat sukses mengamankan 9. 575 bayi lobster di lokasi Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Dirpolairud Polda Jawa barat Kombes Pol Widi Handoko menuturkan pengungkapan penyelundupan bayi lobster itu berasal dari penangkapan dua orang aktor berinisial R (32) serta AS (32) penduduk Kabupaten Lebak Banten, Banten pada Senin (14/1/2019) malam. Ke-2 penduduk Banten itu ditangkap di Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.

” Petugas kami telah disana sepanjang 1 minggu untuk memonitor penyelundupan. Dari terduga kita bangun, lantas kita sukses amankan 9. 575 bayilobster yg bakal diselundupkan ke pengepul yg tambah besar, ” kata Handoko kala wartawan launching di Ditpolairud Polda Jawa barat, Kota Cirebon, Jawa Barat, Selasa (15/1/2019) .

Handoko katakan dari 9. 575 bayi lobster yg ditangkap, sejumlah 9. 458 ekor type lobster pasir. Bekasnya, sejumlah 117 ekor type lobster mutiara. Hasil dari kontrol ke-2 aktor, lanjut ia, beberapa ribu bayi lobster itu diperoleh dari nelayan di harga Rp 15 per ekornya. Handoko menuturkan karena terdapatnya penyelundupan bayi lobster itu negara alami kerugian kira-kira Rp 2, 3 miliar.

” Bila harga untuk export per ekornya itu Rp 250 ribu type pasir, sedang type mutiara Rp 300 ribu. Ditaksir negara tidak untung sebesar Rp 2, 3 miliar, ” tuturnya.

Pihaknya sekarang tengah memahami perkara penyelundupan bayi lobster. ” Kita tengah bangun adakah terduga beda yg ikut serta, ” kata Handoko.

Handoko mengimbuhkan pada 2018 terus Ditpolairud Polda Jawa barat sukses membuka tujuh perkara penyelundupan bayi lobster. Pihaknya selalu memerangi ilegal fishing, termasuk juga penyelundupan bayi lobster.

” Kita bakal berikan bayi lobster ini ke dinas karantina ikan Cirebon untuk dilepasliarkan ke habitat aslinya, ” ujarnya.

Karena kelakuannya, aktor dijaring pasa 88 undang-undang nomer 45/2009 mengenai pergantian atas undang-undang nomer 31/2004 mengenai perikanan juncto klausal 55 KUHPidana. ” Aktor diancam kurungan penjara enam tahun serta denda maksimum Rp 1, 5 miliar, ” ujarnya.

About admin